03 June 2010

Surat Dari Setan Untukmu


Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu. Bahkan kemudian kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ke tempat tidurmu. Kau benar-benar orang yang bersyukur, aku menyukainya.

Aku tak dapat mengucapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu. Hai Bodoh, Kamu milikku. Ingat. kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar-benar mencintaimu. Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalasnya


Kau lihat, Allah menyayangimu dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan akan memuat hidupmu seperti neraka.Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati Allah. Aku benar-benar berterimakasih padamu dalam masa-masa yang kita jalani.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangnya, guyon2an jorok, bergosip, menghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berprilaku buruk. Tentunya kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah, hai bodoh, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana-rencana hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan ‘terimakasih’ karena sudah mengizinkan ku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmua. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana beruat dosa, Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mingkin.

Lakukanlah semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak. Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggodamu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari bersembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata Allah.

BERWASPADALAH KAMO

No comments: